Magha Puja

Posted on Tuesday, February 23, 2010

Pada awal tahun, di bulan Februari, seluruh umat Buddha mengenang kembali peristiwa nan agung di bulan Magha. Kata 'Magha' menunjukkan nama bulan dalam penanggalan di India. Pada jaman Sang Buddha, saat purnama di bulan Magha, 1250 bhikkhu datang berkumpul tanpa diundang di tempat Sang Buddha bersemayam. Mereka semua telah mencapai kesucian tertinggi yang disebut Arahat. Pada saat inilah Sang Buddha membabarkan Ovada Patimokha yg berisikan ajaran utama: Tidak melakukan segala macam bentuk kejahatan, senantiasa mengembangkan kebajikan dan memurnikan batin dan pikiran; inilah ajaran para Buddha (Dhammapada XIV, 5).

Para Buddha disini menunjukkan bahwa Ajaran ini bukan hanya diberikan oleh Buddha Gautama sendiri tetapi juga oleh para Buddha sebelumnya. Bahkan, kalau kita memperhatikan kepercayaan lain, semuanya tidak akan pernah mengajarkan untuk menambah kejahatan, mengurangi kebaikan serta mengacaukan pikiran. Semua kerpercayaan pasti mengajarkan kurangi kejahatan, tambah kebajikan dan sucikan pikiran, walaupun ada banyak cara untuk menambah kebajikan, mengurangi kejahatan dan menyucikan pikiran.

Kurangi Kejahatan

Pada 2500 tahun yang lalu, Sang Buddha sudah meletakkan 5 dasar peraturan yang disebut Pancasila Buddhis yg isinya berusaha untuk tidak membunuh, mencuri, melanggar kesusilaan, berbohong, dan mabuk-mabukkan. Secara singkat, pengertian dasar yang disebut mengurangi kejahatan adalah menghindari lima perbuatan salah di atas.

Tambahlah Kebajikan

Agama Buddha selain memberikan tuntunan perbuatan yang hendaknya dihindari, juga menerangkan perbuatan yang sebaiknya dikerjakan. Perbuatan yang harus dihindari ini seimbang dengan perbuatan yang harus dikerjakan. Hindari membunuh dengan mengembangkan cinta kasih (metta). Hindari pencurian dengan kembangkan berdana. Hindari pelanggaran asusila dengan mengembangkan rasa mudah puas dan menjaga tingkah laku. Hindari kebohongan dengan mengembangkan kejujuran. Hindari mabuk-mabukkan dengan kembangkan konsentrasi dengan melatih meditasi. Kelima macam kebajikkan ini disebut dengan Pancadhamma.

Sucikan Pikiran

Menyucikan pikiran sesungguhnya menunjuk pada latihan meditasi. Ada 2 macam meditasi, (1) Meditasi konsentrasi (Samatha Bhavana), sebagai latihan dasar kemudian dilanjutkan dengan (2) meditasi perenungan (Vipassana Bhavana) untuk melihat hakekat hidup yang sesungguhnya. Hasil meditasi perenungan ini akan dapat membersihkan pikiran kita secara total dari debu ketamakan, kebencian dan kegelapan batin. Orang yg telah bersih batinnya dari ketiga jenis debu tadi disebut orang yg mencapai kesucian, Arahat - dia yg telah memiliki pikiran murni.

(820 views)

Comments

(0 comments)
Register or login to comment.