Kesehatan Dalam Dhamma

Posted on Wednesday, February 10, 2010

Artikel berikut dikutip dari talk show Bhante Uttamo pada tanggal 07 Februari 2010 di WTC Mangga Dua, Jakarta.

Yang dikatakan kesehatan ala Dhamma adalah Sehat Batin dan Lahir (Bukan Sehat Lahir dan Batin, karena dengan batin kita yang sehat, maka badan/lahiriyah juga akan sehat walaupun badan ini sedang sakit tetapi batin kita sehat maka orang tersebut tidak akan menderita karena orang tersebut menyadari sakit yang sedang dirasakan.

Bagaimanakah memperoleh Kesehatan Batin dan Lahir tersebut?

Lima Cara memperoleh kesehatan Batin dan Lahir:

1. Menyederhanakan Pikiran (Simplify our Thinking) dan Memiliki Pikiran yang Positif (Be Positive).

Sering kali pikiran ini berkecamuk di dalam kepala kita dikarenakan terlalu banyak keinginan-keinginan yang ingin di raihnya. Apabila Terlalu tingginya keinginan dan kenyataan yang ada lebih rendah maka muncul lah yang dinamakan Ketidakbahagiaan.

Kebahagiaan dengan kondisi ini dapat diperoleh dengan cara:

  1. Ber-Kompromi dengan Keinginan (Dealing with your wants)
    Pandai-pandailah mendahulukan/memilih keinginan yang ingin direalisasikan.
  2. Berkompromi dengan Waktu (Set our time)
    Apabila semua keinginan kita ingin dicapai (keinginan tidak bisa dikurangkan), berjuanglah untuk mencapai itu, jangan dalam waktu singkat semua keinginan harus tercapai, karena semua itu butuh proses dan perjuangan.


2. Tahu membedakan apakah ini Kebutuhan atau hanya Keinginan (Knowing: is it my needs or just my wants?)

Seringkali orang bingung ketika ingin membeli sesuatu mengetahui 'apakah saya membutuhkan barang ini atau hanya keinginan saja?'. Agar kita tidak menderita dengan hal tersebut, kita harus dapat membedakan yang mana kebutuhan atau yang mana keinginan?

Contoh: Dalam perayaan Imlek sesungguhnya yang dibutuhkan adalah Berkumpulnya anggota keluarga (Family Gathering). Tetapi kebanyakan orang dalam menyambut Imlek berbelanja berlebihan hanya untuk memenuhi gengsi (misalnya; menjelang imlek seseorang membeli sofa baru hanya untuk mengganti sofa lamanya, padahal sofa lamanya masih layak pakai, kondisi ini dilakukan hanya untuk memenuhi Ego semata).

Suatu ketika seorang Ibu menemui Bhante Uttamo untuk meminta nasihatnya:

Bhante, mengapa anak saya masih belum juga mendapatkan pasangan?"

Dengan ringannya Bhante menanggapi pertanyaan si Ibu:

"Ibu, sesungguhnya Menikah itu Kebutuhan ataukah Keinginan?, Janganlah karena di anggota lain dikeluarga ibu sudah menikah, maka si anak yang belum menikah dijadikan permasalahan di keluarga."

Dan dengan gaya khas nya Bhante menyampaikan sesuatu bernada humor:

Menikah itu janganlah dijadikan Resep turun menurun, karena menikah itu adalah Pilihan.

3. Menjaga Pola Makan (Controlling our Food and Eating Well)

Manusia harus bisa menjaga asupan makanan yang masuk kedalam tubuh ini, makanlah makanan yang sehat dan tidak berlebihan dengan cara:

  • Mencari tahu setiap nutrisi yang terkandung dalam makanan kita (Knowing our Food and the nutrition inside)
  • Memasak Sendiri (Cooking our meal), untuk memastikan makanan yang kita makan sehat atau apabila sulit mengetahui nutrisi makanan yang kita beli
  • Kurangi makanan, hindari ngemil (Cut our meal)

4. Mampu menggunakan waktu dengan Bijaksana (balance our life)

Kita harus pandai mengatur waktu dalam beraktivitas, baik untuk kerja, keluarga dan juga ber-istirahat. Apabila terlalu gila kerja memicu munculnya stress serta keluarga terbengkalai dan sebaliknya bila terlalu banyak istirahat alias bermalas-malasan diibaratkan oleh bhante seperti 'Pasien yang terbaring di Rumah sakit'.

5. Mengendalikan Indria (Controlling our Senses and the sensation)

Cara untuk mengendalikan keenam indria (salayatana) ini adalah dengan menyadari 'Hidup Saat Ini'. Gunakanlah keenam indria ini sebagaimana fungsinya: Mata untuk melihat, Hidung untuk mencium, Telinga untuk mendengar, Lidah untuk merasakan, Badan untuk beraktifitas dan Pikiran untuk Menyadari, Sadari Hidup Saat ini!

Contoh: Indria telinga ini suatu ketika mendengar sesuatu yang menjengkelkan. Ada seorang rekan membandingkan kondisi saya yang sekarang dengan kondisi saya dimasa lalu (kondisi saya dimasa lalu lebih baik dibandingkan dengan yang saat ini). Untuk menghilangkan perasaan jengkel, timbulkan kesadaran di batin ini. Hidup Saat ini. Yang lalu sudah berlalu, jangan terbelenggu dengan masa lalu, sadari yang saat ini aku hadapi, sehingga aku bisa menghadapi ini dengan baik dan Bahagia.

Demikianlah kutipan dari Dhammatalk Keseimbangan Lahir dan Batin untuk Kesehatan pada Minggu, 7 Desember 2010 bertempat di WTC Mangga dua-Jakarta yang diisi oleh YM. Uttamo Mahathera dan Dr. Eka (mohon maaf saya tidak sempat mengutip pesan yang disampaikan Dr. Eka).

Semoga bermanfaat dan membuahkan kebahagiaan bagi kita semua

Salam metta,
dee
~Nibbanam Paramam Sukham (Nibbana-lah Kebahagiaan Tertinggi)~

Diforward oleh: Subhadevi & Bebe

Diedit oleh: Erwin

(1136 views)

Comments

(0 comments)
Register or login to comment.