Puja Bhakti di Wat Mongkoltepmunee, Philadelphia - 9 Jul 2005

Posted on Saturday, July 09, 2005

Pada tanggal 9 Juli 2005 telah diselenggarakan acara Puja Bhakti di pimpin oleh Y.M. Bhante Sukhemo Mahathera dan dihadiri kurang lebih 30 orang umat termasuk Sdr. Sonny dan Sdri. Meme dari New York. Anumodana, kepada Sdr. Sonny dan rekan-2 di New York yang telah meluangkan waktunya untuk mengantar dan menjemput Bhante dari Philadelphia-NY-Philadelphia. Anumodana pula kepada sdr. Yamuna dan sdr. Fendi Wong serta rekan-2 dari Philadelphia yang telah mempersiapkan hidangan untuk para Bhikkhu pada hari Sabtu tanggal 9 Juli 2005 di Wat Mongkoltepmunee.

Puja bhakti ini berlangsung pada pukul 16:15 EST dengan dimulai pembacaan Namakara Gatha, permohonan tisarana- Pancasila, pembacaan paritta-2, dan ayat-2 suci dhammapada. Adapun inti dari dhammadesana yang telah disampaikan oleh Bhante Sukhemo adalah mengenai berkah utama yang dikutip dari Manggala Sutta. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan setelah acara dhammadesana selesai. Karena waktu yang tidak mencukupi, dengan sangat terpaksa kami harus memberhentikan beberapa pertanyaan yang hendak diajukan.

Bhante Maha Autha Chai (Bhikkhu Wat Mongkoltepmunee), seorang guru meditasi Dhammakaya, beliau mengungkapkan kebahagiaan atas perbuatan bajik yang kita lakukan hari itu. Beliau menjelaskan bahwa perbuatan bajik ini sangat perlu untuk dilakukan terus-menerus karena perbuatan ini merupakan dasar yang kuat bagi kita dalam melakukan meditasi. Kalau sila kita kuat ditambah dengan perbuatan bajik, konsentrasi kita akan menjadi kuat. Kalau kita mempunyai konsentrasi yang kuat diibaratkan seperti mengasah pisau hingga tajam. Pisau yang tajam inilah yang bisa kita gunakan untuk memotong kilesa (kekotoran batin) kita dengan melakukan Vipassana. Halangan dan rintangan yang akan ktia hadapi dalam melawan kekotoran batin ini tidaklah sedikit dan mudah untuk dihadapi. Kilesa itu sangat halus sekali. Semakin kita berjuang, semakin halus cara mereka untuk menghancurkan usaha kita. Tetapi kalau kita senantiasa ingat akan Sang Tri Ratna dan tidak putus asa, maka dhamma akan merupakan senjata yang ampuh bagi kita untuk membasmi semua kilesa.

Acara hari itu kemudian ditutup dengan melakukan Sanghadana kepada 13 orang bhikkhu yang pada waktu itu secara kebetulan datang berkunjung di Wat Mongkoltepmunee setelah menghadiri rapat Sangha di Wat Thai DC. Chow Khun Dham yang merupakan wakil dari Somdej Wat Paknam juga hadir di Wat Mongkoltepmunee, tetapi beliau tidak hadir pada saat kita melakukan sanghadana karena dalam keadaan kurang enak badan.

Akhir kata, anumodana kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu persatu atas segala usaha dan jerih payah yang saudara/i telah lakukan. Semoga dengan jasa-2 kebajikan yang telah kita kumpulkan saat ini akan membuahkan kebahagiaan dan kekuatan bagi kita semua untuk mengikis habis segala kekotoran batin hingga tercapai tujuan akhir yaitu nibbana.

Semoga semua makhluk berbahagia dan terbebas dari segala penderitaan.

Metta,
Aming

(118 views)

Comments

(0 comments)
Login or register to comment.