Seringkali kita mendengar tentang terjadinya keracunan pada seseorang disebabkan oleh makanan. Tingkat keracunan berbeda-beda, dan yang kita ketahui biasanya adalah keracunan yang parah yang menyebabkan orang harus dirawat di rumah sakit ataupun meninggal dunia. Tetapi sesungguhnya keracunan makanan yang ringan dapat terjadi pada diri kita tanpa kita ketahui. Kita mungkin mengira kita sakit flu biasa. Keracunan tingkat yang ringan ini disebut foodborne illness. Setiap tahun 33 juta penduduk A.S. menderita penyakit ini.
Apa penyebabnya? Penyebabnya adalah bakteri-bakteri yang tidak dapat Anda lihat, cium ataupun rasa di dalam makanan, yang membuat Anda sakit. Hal seperti ini sebenarnya dapat dicegah bila Anda mengetahui bagaimana memperlakukan/handle makanan.
Berikut beberapa petunjuk mengenai hal-hal yang perlu Anda ketahui dan lakukan dalam mempersiapkan makanan:
- Bila Anda ke supermarket, beli barang-barang lain dahulu sebelum Anda membeli makanan dari lemari pendingin seperti daging, ayam, telur dan lain-lain.
- Segera pulang ke rumah (jangan mampir lagi kemana-mana) dan langsung masukkan makanan tersebut ke dalam lemari es atau freezer.
- Jangan sekali-kali tinggalkan belanjaan Anda di dalam mobil yang terjemur matahari.
- Jangan membeli makanan yang kondisinya sudah parah atau kelihatan tidak segar. Makanan dingin harus benar-benar dingin. Makanan kaleng harus tidak peot (penyok) atau cacat. Bila tutupnya membengkak mungkin makanan di dalamnya sudah beracun.
- Jagalah agar temperatur atau suhu di lemari es Anda 40º F, dan di freezer 0º F.
- Letakkan daging atau ayam di atas piring atau bungkus baik-baik sebelum Anda memasukkannya ke dalam lemari es agar air daging atau ayam tersebut tidak meleleh ke luar dan mengena makanan lainnya. Air daging atau ayam mentah sering mengandung bakteri.
- Sebelum Anda memasak, cucilah tangan Anda bersih-bersih dengan sabun dan air panas, dan cuci kembali setelah Anda menggunakan restroom, mengganti diaper atau mengurus anjing atau kucing Anda.
- Bakteri dengan mudah dan cepat berkembang biak di dalam sponge atau kain cuci piring dan serbet (towell). Lebih baik Anda menggunakan paper towell daripada serbet dari kain.
- Setelah memotong daging atau ayam mentah, cucilah tangan Anda, papan pemotong dan pisau dengan sabun dan air panas sebelum Anda menggunakannya memotong sayur-sayuran, agar air daging/ayam tidak pindah ke sayur-sayuran. Juga cuci sink dan keran dan semua benda yang sudah Anda sentuh dengan tangan Anda yang baru memegang daging/ayam mentah itu.
- Sebelum memakai frozen food, pindahkanlah dahulu makanan tersebut ke lemari es dari freezer, atau defrost di dalam microwave, tetapi jangan diletakkan begitu saja di atas meja dapur.
- Daging, ikan, ayam atau telur harus dimasak sampai benar-benar masak untuk membunuh bakteri yang ada. Daging Hamburger atau daging steak yang ditengahnya berwarna merah masih belum mateng, dan sebaiknya tidak dimakan.Daging harus dimasak sampai 160° F dan ayam-ayaman sampai 180° F. Anda bisa menggunakan termometer daging untuk mengetahui apa dagingnya sudah benar masak.
- Salmonella atau bakteri yang menyebabkan racun pada makanan dapat hidup di dalam telur mentah yang masih utuh. Oleh karena itu, masaklah telur sampai benar-benar mateng. Jangan memakannya setengah mentah, apakah Anda merebus, menggoreng atau membuat dadar.
- Bila menghidangkan makanan, pakailah piring dan sendok garpu yang bersih dan jangan membiarkan makanan berada di luar untuk lebih dari dua jam. Segera masukkan kembali makanan tersisa.
- Bila makanan terlalu lama berada di luar, bakteri dapat hidup dalam makanan. Dalam suhu panas bakteri hidup dengan mudah.
- Jangan mencoba mencicipi makanan untuk mengetahui apakah makanan tersebut masih baik atau sudah busuk, kalau makanan tersebut kelihatannya aneh atau sudah berbau. Lebih baik Anda membuangnya saja.
- Bila makanan seperti keju, salami, buah-buahan sudah kelihatan berjamur, segera buang semuanya. Jangan Anda memotong dan mengeluarkan bagian yang berjamur tersebut dan memakan sisanya. Yang kelihatan berjamur adalah hanya sebagian kecil tetapi sesungguhnya jamur tersebut sudah merambat sampai ke dalam makanan.Bila Anda atau seorang dalam keluarga Anda mengalami pusing-pusing, muntah, diarrhea (mencret), panas badan atau merasa kaku/cramp, mungkin sekali Anda telah keracunan makanan. Biasanya agak sulit untuk langsung mengetahuinya sebab tergantung dari pada jenis penyakitnya, tanda-tanda (symptoms) dapat terlihat nyata antara 30 menit sampai 2 minggu setelah Anda memakan makanan beracun tersebut. Tetapi kebanyakan orang menjadi sakit dalam 4 sampai 48 jam setelah makan.Dalam hal yang lebih parah, seorang korban makanan beracun bisa mengalami kelumpuhan/paralysis, dan sulit menelan atau bernafas.
Berikut kami sampaikan beberapa pedoman penyimpanan makanan beku. Produknya, dan lamanya (waktu) Anda dapat menyimpannya di lemari es (LE) atau freezer (FR):
- Telur mentah, 3 minggu di LE Telur masak, 1 minggu di LE. Telur jangan di simpan di FR.
- TV Dinner, 3-4 bulan di FR.
- Sup atau stew, 3-4 hari di LE, 2-3 bulan di FR.
- Daging Hamburger dan daging giling, 3-4 hari di LE, 3-4 bulan di FR.
- Bacon, 7 hari di LE, 1 bulan di FR.
- Daging segar/mentah, 3-5 hari di LE, 6 - 12 bulan di FR.
- Ayam segar/mentah (utuh), 1-2 hari di LE, 1 tahun di FR.
- Potongan ayam mentah 1-2 hari di LE, 9 bulan di FR.
- Ayam goreng, 3-4 hari di LE, 4 bulan di FR.
(USDA Food Safety and Inspection Service)
(Indonesian Journal)
(222 views)
Comments